CARA JAGO JUALAN

CARA JAGO JUALAN

Pertanyaan semua orang yang baru terjun ke dunia penjualan : BAGAIMANA CARA JAGO JUALAN..?

Mereka yang sebelumnya belum pernah jualan, lalu terjun ke dunia penjualan, persis seorang anak kecil yang baru belajar membaca. Pertanyaan si anak tentu adalah bagaimana supaya pintar membaca.

Supaya pintar membaca, tak ada cara lain adalah dengan banyak – banyak membaca. Tapi tentu, di awal si anak harus menguasai alfabet dan tanda baca dulu. Ada dasar yang harus di kuasai.

Setelah dasar dikuasai, mulai dengan membaca kata demi kata, lalu membaca kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf, bab demi bab, hingga buku demi buku. Dan si anak berhasil jago membaca.

Begitu juga seorang tenaga penjual baru. Untuk sampai pada tahap pintar jualan, tidak ada cara lain selain dengan banyak – banyak jualan.

Seperti membaca, tenaga penjual juga harus memiliki pondasi dahulu, sebelum terjun jualan. Ilmu – ilmu dasar seperti cara mendapatkan prospek, kemampuan menawarkan, teknik negosiasi, cara closing, pengetahuan produk adalah pengetahuan yang harus dilengkapi untuk memulai petualangan penjualannya.

Setelah dasar sudah dimiliki, saat nya terjun ke lapangan. Mulai lah untuk mendapatkan pembeli pertama. Setelah dapat yang pertama lanjut yang kedua, ketiga, dan seterusnya.

Diawal, waktu yang diperlukan untuk mendapatkan pembeli pertama ini mungkin akan panjang, tapi percayalah, dari yang pertama ke kedua, ketiga, dan seterusnya, waktunya akan makin pendek.Bila sudah mendapatkan pola jualan, saatnya naik kelas. Tingkatkan nilai penjualan.

Jika dulu jual barang jutaan, tingkatkan ke puluhan juta, lalu ke ratusan juta, hingga naik ke Milyaran. Jika mungkin, ke Triliun bahkan. Jangan terjebak untuk terus mencari ilmu sampai lengkap baru mau terjun ke lapangan, karena tidak mungkin lengkap. Belajar itu adalah berkelanjutan.

BACA JUGA :   FRAMING 4 SELLING

Di lapangan tenaga penjual akan mencocokkan antara teori dan praktik. Ada hal – hal yang tidak bisa dimengerti hanya dengan membaca dan mendengar penjelasan melainkan harus dicoba secara langsung.

Dengan ke lapangan, si penjual belajar bagaimana menerjemahkan dan mendapat makna dari suatu teori, apa benang merahnya. Awalnya memang akan kesulitan.

Sel – sel pengetahuan baru di otak masih saling terputus, persis seperti puzzle. Belum ada bentuknya. Dengan sering mencoba, kita membangun jembatan menghubungkan setiap keping yang ada, menjadi satu informasi pengetahuan baru. Hingga akhirnya gambaran utuh di otak terbentuk, dan jualan menjadi mudah.

Dan memang membangun suatu kemampuan baru tidak mudah. Kalo mudah, dunia ini isinya Bill Gates semua. Banyak pemula yang bertumbangan di tahap awal ini.

Mereka tidak tahan dengan proses merangkai setiap sel – sel di otak menjadi satu gambaran utuh, yang memang butuh perjuangan yang sangat besar. Mereka menyerah begitu saja.

Perjalanan membangun kemampuan baru akan meminta waktu, biaya, tenaga sebagai harga yang harus di bayar. Kalo tidak mau bayar harganya, jangan berharap dapat kemampuan yang diinginkan. Mimpi.

Padahal, bila diukur dengan terwujudnya impian karena pintar jualan, harga yang harus di bayar ini sangat murah. Kalo tau sih,,,

by : Wandi