PENGALAMAN RUMAH PERTAMA

Dulu,, definisi sukses saya adalah memiliki sebuah rumah dan mobil. Maklum saja, bukan anak orang kaya yang dari lahir sudah punya jatah mobil dan rumah sendiri.

Pada masa itu, bisa punya rumah sendiri adalah suatu impian yang luar biasa sekali bila terwujud.Apa daya, uang tak punya sejumlah harga rumah. Terpikir KPR sebagai solusi. Tapi juga khawatir sekali. Saya tidak pernah berhutang di bank sebelumnya. Apa benar bisa terbayar bila nanti KPR ? Apa penghasilan saya bisa stabil sampai KPR lunas ? Bagaimana bila saya nanti ternyata tidak sanggup bayar ? Semua kekhawatiran itu datang dan membuat saya maju mundur untuk memiliki rumah pertama saya.

Saya diskusi dengan istri, dan kami merumuskan 10 hal sebagai strategi untuk rumah pertama ini :

1. Langsung sisihkan penghasilan untuk angsuran. Fokus anggaran adalah berhasil melunasi KPR.

2. Menunda kesenangan hukum nya wajib. 2 tahun lebih enggak nonton di bioskop pun kami jalani demi rumah impian.

3. Satu visi dengan pasangan. Saat satu visi, maka bisa saling mendukung dan memahami bila ada kendala.

4. Putar otak untuk menambah penghasilan. Uang tidak jatuh dari langit, tapi hasil usaha. Ikhtiar itu penting.

5. Kerja lebih keras dengan waktu lebih panjang juga adalah sebuah opsi.

6. Anggaran untuk jajan dan senang – senang 80% nya untuk membantu membayar angsuran.

7. Cari bank dengan bunga KPR paling rendah. selisih 2% saja bisa membuat angsuran selisih jutaan.

8. Tarik tenor (jangka waktu kredit) yang paling panjang agar angsuran ringan.

9. Bila ada uang lebih, tabung, dengan misi untuk melunasi KPR sekaligus saat ada kesempatan.

10. Cari penyewa, dana sewa pakai untuk membantu membayar angsuran.

BACA JUGA :   PROSEDUR ITU BERULANG

10 hal diatas benar kami jalankan secara disiplin, dan ternyata hanya butuh 2 tahun rumah senilai 350 juta bisa kami lunasi pada akhir tahun kedua. Tahun 2020 ini harga rumah pertama saya sudah mencapai 1,2 miliar. Naik 3 kali lipat. Ketika saya tidur harganya persisten naik. Benarlah nasihat “properti itu jangan tunggu untuk beli, tapi belilah dan tunggu”. Bila saya masih menunggu untuk beli rumah dengan tipe yang sama, uang 350 juta terkumpul, tapi harga rumah sudah naik tidak terkejar lagi.

Selama proses berjuang membayar KPR mungkin ada teman yang akan mengomentari kita terlalu hemat, bahkan dikatain pelit. Biarkan. Mewujudkan impian lebih penting daripada mendengarkan bacotan teman. Karena saat rumah kita sudah lunas sekarang, mereka yang suka komentar itu mungkin masih belum punya rumah sendiri dan numpang sama mertua. Modal bacot doang tidak bisa dipakai beli rumah.

by : Wandi