ANAK 10 RIBU JAM

ANAK 10 RIBU JAM

Kalau menurut Howard Gardner, kecerdasan anak itu ada 8 jenis, mulai dari :

1. Kecerdasan Linguistik

2. Kecerdasan Matematis / Logika

3. Kecerdasan Spasial

4. Kecerdasan Kinetik / Jasmani

5. Kecerdasan Musikal

6. Kecerdasan Interpersonal

7. Kecerdasan Intrapersonal

8. Kecerdasan Naturalis

Apa penjelasan ke 8 kecerdasan itu,baca saja di artikel berikut ini : http://jeckprodeswijaya.blogspot.com/…/8-macam… Kebetulan anak saya masih kecil semua, paling gede 10 tahun.

Kata orang, di usia mereka ini paling mudah menyerap kemampuan baru. Selama jadi bapaknya, saya coba analisa apa kelebihan anak saya. Mau kecerdasan nomor berapapun, bagi saya tetap adalah anugerah.

Saya tidak akan mewajibkan anak saya dapat nilai 100 di semua ujian matematika bila mereka emang bakatnya di kecerdasan Spasial. Atau, gak perlu nilai Biologi 100 semua bila musikal adalah bakat dasarnya.

Memaksakan suatu kemampuan yang bukan bakat terbesar nya, itu seperti menyuruh ikan harus hebat memanjat pohon, atau seperti meminta kera pandai berenang. Buat anak jadi gak happy dan stress.

Sebaliknya, meminta anak mengerjakan hal yang dia suka dan memang bakatnya, membuat berlatih dan belajar seolah sedang bermain. Gak ada capeknya. Senang terus. Energy seakan berlimpah ruah. Saya percaya dengan aturan 10 ribu jam, seperti yang ditulis oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers.

Semua profesional yang hebathebat, apakah penyanyi, atlet, pilot, pengusaha, dokter, apapun, mereka punya kemampuan hebat setelah berlatih dan berusaha selama 10 ribu jam.10 ribu jam itu banyak. Lama. Gak mudah di kumpulkan, saya tahu. Tapi saya menemukan cara mudah mendapatkan 10 ribu jam itu. Dengan berlatih sejak kecil, setiap hari, sepanjang tahun. Mulai dari sekarang.

Bukankah waktu memang terus berjalan maju tanpa menunggu apakah kita siap..? Dan anak anak, mereka, sebentar sudah lulus SD, sebentar sudah kuliah, sebentar sudah masuk dunia kerja. Seperti kata Einstein, waktu itu memiliki relativitas nya sendiri. Lama atau cepat tidak mutlak. Dipakai gak dipakai, 10 tahun itu pun akan tetap terpakai sendiri.

BACA JUGA :   KUANTITAS 4 KUALITAS

Waktu itu sesuatu yang maju terus pantang mundur. Sayang aja selama itu anak hanya di ajak nonton sinetron /drakor malam – malam. Gedenya banyak drama.Anda pasti setuju juga, 10 tahun latihan gak mungkin gak pinter. Makanya, anak kalo masih 6-7 tahun, suruh latihan 10 tahun, di akhir tahun ke 10 umurnya baru 17. Tapi udah jago banget.

Anak saya yang cewe, umur 10, saya ajak main biola. Dia tau targetnya 10 ribu jam. Tiap hari latihan 2-3 jam sehari. Kebetulan mau denger omongan bapaknya. Apalagi di masa Skul From Home gini, beugh, waktu lebih banyak banget.

Dia dari gak bisa main Biola sampe sekarang sudah bisa main 5 lagu, lumayan. Rada sulit di percaya umur 20 ntar gak pinter main biola. Bayangin, mereka yang kursus komputer seminggu 3 kali aja bisa pinter. Atau yang les piano, seminggu sekali aja bisa, apalagi anak yang tiap hari kita arahkan belajar, alamat pintar menanti.

Saya ada satu trik untuk akselerasi kemampuan. Trik ini saya pakai, makanya Nadine, 10 tahun, jadi bisa main Biola, Nathan, 6 tahun jadi bisa drawing properti di waktu relatif singkat. Saya kasih mereka PEMBANDING. Tujuannya agar mereka tau yang namanya bagus itu seperti apa.

Kalo mereka gak tau yang namanya bagus itu gimana, ya gak bisa bagus, paling sampai taraf sekadar bisa aja.

Saya cari orang main biola yang bagus, misal main lagu Ibu Kita Kartini seperti pada link ini https://youtu.be/IKv8DgVVHn4. Nah, anak saya saya kasih challenge untuk main sama kualitas nya dengan si contoh. Yang boy saya, Nathan, yang gambar rumah tadi, saya kasih liat gambar – gambar arsitek yang bagus. Trus saya cariin contoh gambar Minecraft yang bagus di Youtube, saya minta dia tonton, contoh. Cepet jadi pinter

BACA JUGA :   JANGAN MAU SAKIT JIWA

So, Kuncinya adalah ada perbandingan. Ada BENCHMARKING. Biar anak tau tingginya langit gak setinggi permukaan tempurung saja. Dan bukankah Evaluasi itu artinya kita membandingkan standar terhadap pencapaian.? Buat standar yang bagus agar pencapaian bagus.

Dan terakhir, yang paling penting, jangan lupa doa. Minta agar Tuhan melancarkan usaha dan niat kita, para orang tua.

by : Wandi